SMANSA'18: [FISIKA X] MAKALAH "PERALATAN OPTIK"
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Kalau mikir-mikir soal file-file kelas X lalu yang di laptop, bingung juga mau diapain. Jadi, kepikiran untuk post di blog. Lumayan, siapatau ngebantu untuk yang lain yang lagi nyari materi. Jadi, ini nih yang pertama, matpel Fisika, kalau nggak salah Bab OPTIK yang ada maya, asli, tegaknya, agak kurang suka sih sama bab yang ini (fyi, jangankan babnya, dulu pas kelas X, nggak suka sama pelajarannya :D).So..this is it
Tugas Fisika
PERALATAN OPTIK
KELOMPOK 6 XI MIPA 2
SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya
menggunakan benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma. Prinsip kerja dari alat optik adalah dengan
memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya. Pemantulan cahaya
adalah peristiwa pengembalian arah rambat cahaya pada reflektor. Pembiasan
cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena cahaya melalui
bidang batas antara dua zat bening yang berbeda kerapatannya.
A. Mata
1. Bagian-bagian
Mata
Mata
kita terdiri atas kornea, iris, pupil, lensa mata, retina, dan syaraf optik.
a. Kornea
Kornea
berupa selaput tipis yang berfungsi melindungi bagian dalam mata dari pengaruh
luar. Kornea memiliki indeks bias sekitar 1,367. Di belakang kornea terdapat
semacam cairan yang disebut aqueous
humor. Cairan ini memiliki indeks bias sama dengan air, yaitu 1,33. Aqueous humor berfungsi sebagai
pembasuh mata.
b. Iris
Iris
adalah selaput bola mata yang membentuk celah lingkaran. Warna iris memberikan
warna pada mata. Biru, coklat, maupun hitam.
c. Pupil
Pupil
adalah celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi mengatur banyaknya
cahaya yang masuk ke mata. Di saat terdapat cahaya yang masuk ke mata, iris
akan mengendur dan pupil akan membesar sehingga lebih banyak cahaya yang masuk
ke mata. Di saat terdapat banyak cahaya yang masuk ke mata, iris akan menegang
dan pupil akan mengecil sehingga cahaya yang masuk ke mata akan berkurang.
d.
Lensa
Mata
Lensa
mata berupa lensa cembung yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata.
e. Retina
Retina
juga disebut selaput jala. Retina terletak di bagian belakang. Ia berfungsi
sebagai layang untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Bayangan
yang dibentuk di retina bersifat nyata, terbalik dan diperkecil. Permukaan
retina dilapisi juataan sel peka cahaya. Semua sel bermuara ke syaraf optik
yang meneruskan informasi ke otak. Meskipun bayangan yang terbentuk di retina
berkebalikan dengan benda aslinya, otak kita tetap memiliki kesan bahwa bayangn
itu tegak.
2.
Pembentukan Bayangan di Retina
Kita bisa
melihat suatu benda dengan jelas jika bayangan benda itu tepat di retina. Lensa
mata mampu menebal dan menipis sesuai jarak benda yang diamati. Kemampuan mata
untuk menebal dan menipis ini disebut daya akomodasi mata. Mata dikatakan
berakomodasi maksimum bila lensa mata dalam keadaan paling tebal. Sebaliknya,
mata dikatakan tidak berakomodasi jika lensa mata dalam keadaan paling tipis.
Untuk melihat benda yang jauh tak berhingga, mata tak berakomodasi, lensa mata
dalam keadaan paling tipis. jarak terjauh yang masih teramati dengan jelas oleh
mata tak berakomodasi ini disebut titim jauh atau punctum remotum.
Untuk
melihat benda yang mendekat dengan jelas, lensa mata akan menebal hingga batas
maksimum daya akomodasinya. Jarak terdekat benda dari mata yang masih teramati
dengan jelas oleh mata berakomodasi maksimum ini disebut titik dekat atau punctum proximum.
3.
Gangguan Penglihatan
Mata
normal (emertrop) memiliki titk dekat sekitar 25 cm dan titk jauh di tak
hingga. Dengan bertambahnya usia kemempuan lensa mata biasanya berkurang
sehingga penglihatan tak lagi normal. Bayangn benda yang searusnya berada di
retina mngkin bergeser di depan mata di belakang retina. Hal ini merupakan
gangguan penglihatan.
a.
Miopi
Miopi
juga disebut rabun jauh atau terang dekat. Penderita miopi tak dapat melihat
benda jauh secara jelas. Bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita
miopi dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
penderita
miopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung
Kekuatan
lensa pada kacamata untuk penderita miopi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan
P adalah kekuatan lensa (dalam
satuan dioptri), sedangkan PR(miopi)
adalah jarak titik jauh penderita miopi (dalam satuan cm).
b. Hipermetropi
Hipermetropi
jga disebt rabun dekat atau terang jauh. Penderita hipermetropi tidak dapat
melihat benda dekat secara jelas. Titk dekatnya lebih dari 25 cm. Pada
penderita hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina. Dibant dengan
kacamata lensa cembung.
Kekuatan
lensa pada kacamata untuk penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), S adalah jarak
benda dari mata (dalam satuan cm), jika tidak disebutkan , S = 25 cm, sedangkan
Pp(hyp) adalah jarak
titik dekat penderita hipermetropi (dalam satuan cm).
c. Presbiopi (Mata tua)
Penderita
presbiopi tidak dapat jelas melihat benda yang letaknya jauh dan benda yang
letaknya dekat. Baik titik jauh maupun titik dekat penderita presbiopi telah
bergeser dari posisi normalnya. Presbiopi terjadi biasanya karena usia tua.
Penderita ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap, yaitu berlensa
positif dan berlensa negative.
d. Astigmatisme
Astigmatisme
atau mata silindris terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang terlalu
cembung di salah satu sisinya. Akibatnya, sebuah titik akan terlihat sebagai
garis. Benda bergaris dapat terlihat jelas, tetapi dalam arah tertentu saja,
misalnya vertikal atau horisontal saja. Penderita astigmatisme dibantu dengan
kacamata berlensa silinder.
B.
Lup
1.
Fungsi
Lup atau Kaca Pembesar
Sebagaimana
namanya, lup memiliki fungsi untuk memperbesar bayangan benda. Lup adalah lensa
cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar nampak lebih
besar. Bayangan yang dibentuk oleh lup memiliki sifat: maya, tegak,
dan diperbesar. Untuk itu benda harus diletakkan di Ruang I atau
daerah yang dibatasi oleh fokus dan pusat lensa atau cermin (antara f dan O),
dimana So < f.
Ada dua cara bagaimana menggunakan lup yaitu:
1. Dengan cara mata berakomodasi maksimum
2. Dengan cara mata tidak berakomodasi.
1. Dengan cara mata berakomodasi maksimum
2. Dengan cara mata tidak berakomodasi.
a.
Mata
Berakomodasi Maksimum
Mata
berakomodasi maksimum yaitu cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot
siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa agar berbentuk
secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan adalah:
1.
bayangan
yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata / Punctum Proksimum
(PP)
2.
benda
yang diamati harus diletakkan di antara titik fokus dan lensa
3.
kelemahan
: mata cepat lelah
4.
keuntungan
: perbesaran bertambah (maksimum)
5.
Sifat
bayangan : maya, tegak, dan diperbesar
b.
Mata
Tak Berakomodasi
Mata tak berakomodasi yaitu cara memandang obyek pada titik
jauhnya (yaitu otot siliar tidak bekerja/rileks dan lensa mata berbentuk
sepipih-pipihnya).
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu diperhatikan adalah:
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu diperhatikan adalah:
1.
maka
lup harus membentuk bayangan di jauh tak hingga
2.
benda
yang dilihat harus diletakkan di titik fokus (So = f)
3.
keuntungan
: mata tak cepat lelah
Kerugian
: perbesaran berkurang (minimum)
c.
Perhitungan
Pada mata berakomodasi maksimum
• Si = -PP = -Sn
• Si = -PP = -Sn
Perbesaran sudut atau perbesaran angular
Pada mata tak berakomodasi
• Si
= -PR
• So = f
Perbesaran sudut
• So = f
Perbesaran sudut
M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter
C.
Mikroskop
Mikroskop
cahaya mempunyai bagian utama berupa dua lensa cembung. Lensa yang menghadap
benda disebut lensa objektif dan yang dekat ke mata disebut lensa okuler. Jarak
fokus lensa objektif lebih kecil dari jarak fokus lensa okuler. Selain itu, mikroskop
dilengkapi dengan cermincekung yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya pada
objek preparat yang akan diamati.Untuk mengatur panjang mikroskop agar
diperoleh bayangan dengan jelas digunakan makrometer dan mikrometer.
Pembentukan bayangan pada mikroskop
:
Dasar kerja mikroskop
Obyek
atau benda yang diamati harus diletakkan di antara Fob dan 2Fob, sehingga lensa
obyektif membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan yang
dibentuk lensa.
Obyektif
merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa okuler berperan seperti lup yang dapat
diatur/digeser-geser sehingga mata dapat mengamati dengan cara berakomodasi
atau tidak berakomodasi.
Pengamatan dengan akomodasi maksimum
Untuk
pengamatan dengan akomodasi maksimum, maka bayangan yang dibentuk oleh lensa
okuler harus jatuh pada titik dekat mata (PP)
Perbesaran
yang diperoleh adalah merupakan perbesaran oleh lensa obyektif dan lensa okuler
yaitu:
M
= Moby x Mok
M
= (Si/So) x (PP/f okuler + 1)
Pengamatan dengan mata tidak
berakomodasi
Untuk
pengamatan dengan mata tidak berakomodasi, maka bayangan yang dibentuk oleh
lensa okuler harus berada pada titik jauh mata Perbesaran yang diperoleh adalah
merupakan perbesaran oleh lensa obyektif dan lensa okuler yaitu:
M
= Moby x Mok
M
= (Si/So) x (PP/f okuler)
Panjang Mikroskop
Panjang
mikroskop adalah jarak lensa obyektif terhadap lensa okuler dirumuskan:
Untuk mata berakomodasi :
d
= Si (ob) + So (ok)
Keterangan
:
d
= panjang mikroskop
Si
(ob) = jarak bayangan lensa obyektif
So
(ok) = jarak benda lensa okuler
Untuk mata tidak berakomodasi :
d
= Si (ob) + f (ok)
Keterangan
:
d
= panjang mikroskop
f
(ok) = jarak fokus lensa okuler
D.
Teropong
Teropong
atau teleskop adalah alat optic yang digunakan untuk melihat benda-benda yang
sangat jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.
Ada dua
jenis utama teropong, yaitu:
(1) Teropong bias, yang terdiri atas beberapa lensa
(2) Teropong pantul, yang terdiri atas beberapa cermin dan lensa
a. Teropong Bias
Teropong jenis ini disebut teropong bias karena sebagai
lensa objektif digunakan lensa yang berfungsi membiaskan cahaya. Ada empat
macam teropong bias, yaitu
(a)
Teropong
bintang atau teropong astronomi
(b)
Teropong
bumi
(c)
Teropong
prisma atau binokuler
(d)
Teropong
panggung atau teropong Galileo
1) Teropong
bintang biasanya digunakan untuk mengamati benda-benda langit seperti bintang.
Teropong
bintang terdiri dari 2 lensa positif yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif memiliki fokus jauh lebih besar daripada lensa okulernya (fob > fok). Karena benda-benda
yang diamati dengan teropong
umumnya terletak dijauh tak terhingga maka bayangan akan jatuh di titim fokus
obyektif dan sinar yang sampai di lensa objektif berupa sinar sejajar.
Pengamatan melalui teropong
biasanya dengan
mata tak berakomodasi, hal ini untuk menghindari kelelahan mata karena pengamatan lama,
sehingga bayangan objektif juga jatuh di titik fokus okuler. Jadi titik fokus obyektif berimpit
dengan titik fokus okuler. Lukisan pembentukan bayangannya adalah
Jadi,
perbesaran teropong adalah
Ma=
2)
Teropong bumi adalah teropong yang dugunakan
untuk melihat benda-benda jauh yang ada dipermukaan bumi.
Teropong bumi terdiri dari
3 lensa
1. Lensa objek
2. Lensa pembalik
3. Lensa okuler
Lensa pembalik merupakan lensa
positif juga, berfungsi membalik bayangan yang dihasilkan objektif supaya
menjadi tegak. Jadi bayangan objektif akan jatuh di titik fokus objektif yang berimpit dengan titik pusat kelengkungan
pembalik. Bayangan
pembalik akan jatuh di titik fokus okuler. Secara tegak, sama besar dengan
bayangan objektif. Bayangan akhir oleh akuler akan tampak tegak.
Panjang teropong bumi adalah panjang fokus lensa
obyektif ditambah 2 kali jarak fokus lensa pembalik dan panjang fokus lensa
okuler. Dengan rumus : d = fOb + 4 fp + fOk
3)
Teropong
prisma terdiri atas dua pasang lensa cembung (sebagai lensa objektif dan lensa
okuler) dan dua pasang prisma kaca siku-siku samakaki. Sepasang prisma yang diletakkan
berhadapan, berfungsi untuk membelokkan arah cahaya dan membalikkan bayangan.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif
bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik. Bayangan nyata dari lensa objektif
menjadi benda bagi lensa okuler. Sebelum dilihat dengan lensa okuler, bayangan
ini dibalikkan oleh sepasang prisma siku-siku sehingga bayangan akhir dilihat
maya, tegak, dan diperbesar. Perbesaran bayangan yang diperoleh dengan memakai
teropong prisma sama dengan teropong bumi.
Beberapa keuntungan praktis dari
teropong prisma dibandingkan teropong yang lain :
1. Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.
1. Menghasilkan bayangan yang terang, karena berkas cahaya dipantulkan sempurna oleh bidang-bidang prisma.
2. Dapat dibuat pendek sekali,
karena sinarnya bolak-balik 3 kali melalui jarak yang sama (dipantulkan 4
kali oleh dua prisma).
3. Daya stereoskopis diperbesar, dua
mata melihat secara bersamaan
4. Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak.
4. Dengan adanya prisma arah cahaya telah dibalikkan sehingg terlihat bayangan akhir bersifat maya, diperbesar dan tegak.
Pada binokuler tertulis angka, 7 x
45, 8 x50, dan seterusnya, angka di depan 7x dan 8x merupakan ukuran perbesaran
lensa dari binokuler. Misalnya binokuler dengan perbesaran 7x berarti,
binokuler tersebut menawarkan kemampuan untuk melihat benda 7 kali lebih dekat
, namun semakin tinggi nilai perbesaran lensanya akan sangat terpengaruh dengan
fokus dan getaran yang kita timbulkan, perbesaran yang terlalu besar memerlukan
alat bantu seperti tripod untuk memegangnya agar dapat di fokus pada obyek yang
di tuju.
Selanjutnya angka di belakangnya 45
dan 50 menunjukkan diameter lensa obyektif dari binokuler tersebut. Semakin
besar diameter lensa obyektif berarti semakin banyak cahaya yang masuk dan
dapat difokuskan ke mata. Jadi binokuler yang dapat digunakan pada malam hari
atau cahaya suram biasanya memiliki diameter lensa obyektif lebih dari 50 mm.
Besarnya diameter lensa ini mempengaruhi berat dari binokuler tersebut. Semakin
besar diameternya juga berdampak pada komponen yang lain, sehingga binokuler
akan lebih berat juga.
Perbesaran teropong:
keterangan:
Ma
= perbesaran teropong
fob
= fokus lensa objektif
fok
= fokus lensa okuler
4)
Teropong Panggung
Teropong ini hampir sama dengan teropong bumi, hanya saja lensa
pembalik dan lensa okulernya menggunakan 1 lensa cekung. Maksudnya 1 lensa
cekung berfungsi sebagai pembalik sekaligus lensa okuler. Replika teleskop
Galileo seperti gambar berikut.
Teleskop Galileo
Untuk menggambarkan pembentukan
bayangan teropong tersebut seperti di bawah ini.
Pembentukan
bayangan pada teropong
panggung
Perbesaran bayangannya :
Panjang
teropong
: d = fob + fok Nilai fok
harus negatif
Sifat
bayangan
: maya, tegak, dan diperbesar
5)
Teropong
pantul
Disebut teropong pantul karena
sebagai objektif digunakan cermin cekung besar yang berfungsi sbagai pemantul
cahaya.
Teropong pantul astronomi terdiri
atas satu cermin cekung besar, satu cermin datar kecil yang diletakkan sedikit
di depan titik focus cermin cekung F, dan satu lensa cembung untuk mengamati
benda.
Diagram sinar teropong pantul
ditunjukkan pada gambar berikut. Cermin cekung besar akan mengumpulkan cahaya
sebanyak mungkin. Akan tetapi, sebelum cahaya dikumpulkan di titik fokus F cermin
cekung, cahaya dipantulkan dahulu oleh cermin datar menuju ke lensa okuler
(lensa cembung)

Komentar
Posting Komentar