SERPIHAN SEPI
Jadi ini adalah puisi saya ke-sekian kali..
..
yang kalah dalam lomba.
But, it's okay, toh kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda... :D
Puisi ini saya buat tahun 2016, alhasil kalau gak salah dapat sertifikat peserta lomba. Lumayan... :)
..
yang kalah dalam lomba.
But, it's okay, toh kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda... :D
Puisi ini saya buat tahun 2016, alhasil kalau gak salah dapat sertifikat peserta lomba. Lumayan... :)
Serpihan Sepi
Bulan
berhenti mengintip dibalik kaca kamarmu
Bintang-bintang
bersinar membelakangimu
Burung
memilih mati daripada berkicau didengarmu
Seduh-seduh
ujung lorong sana menggores hati
Langkah
kaki tertatih diam-diam menjatuhkan lantai
Denyut jantung sekitaran tak terdengar lagi
Semuanya menjarakimu wahai kekasih
Awan
sunyi pekat bernaung tepat di atasmu
Mengikutimu
dimana saja kau tuju
Pejuang
diperjuangkan
Khianat
dikhianatkan
Setimpal
bukan?
Lentera
dalam kaca menerangi sudut mata
Kudapatkan
engkau sendiri
Namamu
terus bergema dalam jemariku
Malam
ditemani dingin
Sore
ditemani panas
Lantas
engkau ditemani siapa?
Selagi ombak di pantai masih bergulung
Mengapa kau tak terbawa saja?
Hal-hal,
drama yang kau dramakan di bola mataku
Menipuku
dengan gampangnya dan, lagi
Kini
kupersilahkan engkau
Untuk
mempermasalahkan sepi

Komentar
Posting Komentar