SMANSA'18: [KIMIA XI] LAPORAN PRAKTIKUM "MENGIDENTIFIKASI ADA TIDAKNYA UNSUR C DAN H DALAM SENYAWA KARBON"



Mengidentifikasi Adanya Unsur C dan H dalam Senyawa Karbon
gmj6ygw9.png
oleh:
Kelompok VII XI MIPA 2
Rifka Nurul Islami                                          (32)
Sasya Zulian Nurfalah                                    (33)
Syahrani Karlina                                             (34)
Sylvia Dewi Ratnaningrum                             (35)
Ummul Khair                                                  (36)
Famelia Tridayanti                                          (37)


SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

I.       Tujuan Eksperimen
Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui adanya unsur karbon dan hidrogen dalam senyawa karbon yang terdapat di sekitar kita misalnya gula dan nasi dengan cara melakukan reaksi pemanasan.

II.    Landasan Teori
Pada mulanya senyawa karbon disebut senyawa organik karena senyawa itu berasal dari makhluk hidup. Namun, setelah diketahui bahwa senyawa organik juga dapat dibuat secara sintesis maka nama senyawa organik berubah menjadi senyawa karbon. Beberapa benda yang dibakar akan berwarna hitam. Jadi, sisa pembakaran itu adalah karbon. Unsur utama yang terdapat dalam senyawa karbon adalah karbon itu sendiri. Selain itu terdapat unsur hidrogen dan oksigen. Pada senyawa hidrokarbon hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen. Jadi, unsur karbon lebih kompleks dibandingkan dengan senyawa hidrokarbon.
III.  Alat dan Bahan
Alat


1.      Tabung reaksi
2.      Gelas beker
3.      Pembakar spiritus
4.      Kertas saring
5.      Corong
6.      Erlenmeyer
7.      Penjepit tabung reaksi
8.      Slang kecil
9.      Gabus
10.  Korek api



Bahan


1.      Gula putih
2.      Nasi
3.      Kapur 
4.      Aquades


IV. Langkah Kerja
Langkah pertama ialah melarutkan kapur dengan air yang selanjutnya akan disaring, dengan cara:
1)     Siapkan alat dan bahan
2)     Masukkan aquades pada gelas beker
3)     Setelah itu masukkan serbuk kapur pada gelas beker yang berisi aquades tersebut dan kemudian diaduk
4)     Hasil adukan dituangkan pada Erlenmeyer dengan menggunakan corong  dan kertas saring
5)     Hasil saringan harus jernih dan tanpa serbuk kapur lagi
Langkah kedua ialah memanaskan gula dengan cara:
1) Siapkan alat dan bahan
2) Masukkan 1 sendok gula pasir ke dalam tabung reaksi, kemudian tutup tabung reaksi dengan gabus yang telah dipotong sesuai ukuran mulut tabung, lalu lubangi dan masukkan slang
3) Jepit tabung reaksi menggunakan penjepit kayu
4) Hubungkanlah slang kecil pada gelas beker yang berisi air kapur
5) Panaskan perlahan-lahan tepat di bagian bawah tabung dengan pembakar spiritus yang telah dinyalakan dengan menggunakan korek api
6) Amati perubahan gula putih dan juga pada air kapur
Langkah ketiga ialah memanaskan nasi dengan cara:
1)      Siapkan alat dan bahan
2)      Masukkan 1 sendok nasi yang telah dihaluskan sebelumnya ke dalam tabung reaksi, lalu tutup dengan gabus yang telah dipotong sesuai ukuran mulut tabung, kemudian masukkan slang
3)      Jepit tabung reaksi menggunakan penjepit kayu
4)      Ujung slang yang lain dimasukkan dalam gelas beker berisi air kapur baru
5)      Panaskan perlahan-lahan tepat di bagian bawah tabung dengan pembakar spiritus yang telah dinyalakan dengan korek api
6)      Amati perubahan pada nasi dan air kapur
IV.             Data Pengamatan dan Hasil
Percobaan  I : Pemanasan Gula
Setelah beberapa saat dipanaskan, gula mulai mencair dan berubah warna menjadi kuning kecokelatan di bagian bawah. Warna kuning kecokelatan tersebut terus menjalar ke bagian atas disertai munculnya gelembung air. Di dinding tabung reaksi dan slang terdapat uap hasil pemanasan tersebut. Beberapa lama kemudian, air kapur pada slang mengalami gerakan naik turun, dengan gelembung air tetap muncul pada gula. Gelembung air juga muncul pada air kapur yang terhubung dengan slang, tetapi jumlahnya lebih sedikit. Akhirnya setelah gula cair sempurna, bagian bawah tabung berwarna hitam pekat, namun bagian atas berwarna kuning kecokelatan. Pada air kapur terjadi perubahan warna menjadi keruh.
Percobaan  II  : Pemanasan Nasi
Pada bagian bawah nasi yang dipanaskan terjadi perubahan warna menjadi hitam. Perubahan warna ini seiring waktu menjalar ke atas namun lebih berwarna kekuningan.  Di dinding tabung reaksi dan slang terdapat uap hasil pemanasan nasi. Beberapa lama kemudian, air kapur pada slang mengalami gerakan naik turun dan mengeluarkan gelembung dengan intensitas kecil. Tekstur nasi kini menjadi lebih keras dan pada air kapur warnanya menjadi keruh namun tidak sekeruh pemanasan gula.
Pertanyaan dan Diskusi
1.      Bagaimanakah perubahan yang terjadi pada air kapur?
Pada percobaan pemanasan nasi, air kapur berubah menjadi keruh, namun tidak sebanding dengan warna keruh yang dihasilkan pada pemanasan gula. Jadi, pemanasan gula menghasilkan air kapur yang lebih keruh dibandingkan pemanasan nasi.

2.      Senyawa apakah yang terbentuk pada reaksi pemanasan senyawa karbon sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan pada air kapur?
Apabila air kapur bercampur dengan gas hasil pemanasan, maka akan terjadi reaksi
Ca(OH)2 + CO2 = CaCO3 + H2O
Jadi, gas yang dihasilkan dari pemanasan tersebut merupakan CO2, sehingga air kapur menjadi keruh.
3.      Unsur apa yang menyusun senyawa karbon?
Senyawa karbon mengandung unsur karbon (C) dan juga mengandung hidrogen  (H). Beberapa senyawa karbon juga mengandung unsur oksigen (O), nitrogen (N), belerang (S), dan Fosfor (P)
4.      Mengapa senyawa karbon banyak terdapat di alam?
Senyawa karbon di alam ditemukan dalam jumlah sangat banyak karena kemampuan atom karbon berikatan dengan empat atom lainnya membentuk rantai dengan atom unsur lain.
V.                Pembahasan
Senyawa karbon dikenal lebih kompleks dibandingkan senyawa hidrokarbon yang hanya mengandung unsur hidrogen (H) dan karbon (C). Untuk mengidentifikasi keberadaan unsur karbon (C) dan hidrogen (H) pada suatu senyawa karbon, perlu dilakukan suatu eksperimen pemanasan. Senyawa karbon disekitar kita contohnya saja adalah gula dan nasi. Tabung reaksi digunakan sebagai wadah untuk pemanasan senyawa karbon, dengan tutup dari gabus yang kemudian dilubangi sebagai tempat untuk slang masuk dengan ujung slang yang lain di air kapur. Pada pemanasan gula terjadi perubahan warna dan munculnya gelembung-gelembung. Air kapur pada selang juga mengeluarkan gelembung dengan intensitas lebih kecil disertai gerakan naik turun air. Akhirnya, setelah pemanasan selesai dilakukan warna gula telah menghitam serta air kapur berubah menjadi keruh. Dengan metode yang sama, namun dengan air kapur baru, pemanasan nasi dilakukan. Bagian bawah nasi yang terkena panas berwarna kehitaman yang lambat laun menjalar ke bagian atas nasi. Air kapur juga mengeluarkan gelembung dengan intensitas kecil disertai gerakan naik turun air. Setelah pemanasan dilakukan, tekstur nasi menjadi lebih keras dan juga air kapur yang berubah menjadi keruh tetapi tidak sekeruh pada pemanasan gula. Unsur karbon (C) dibuktikan dengan adanya zat sisa pemanasan berwarna hitam dan juga keruhnya air kapur, sedangkan unsur hidrogen (H) ditunjukkan dengan adanya uap pada dinding tabung reaksi.
VI. Kesimpulan
      Untuk mengidentifikasi adanya unsur karbon (C) dan hidrogen (H) pada suatu senyawa karbon, perlu dilakukan suatu eksperimen pemanasan dengan bantuan air kapur. Hasil eksperimen yang berupa zat sisa berwarna hitam dan keruhnya air kapur merupakan bukti adanya unsur karbon (C), sedangkan unsur hidrogen (H) ditunjukkan dengan adanya uap hasil pemanasan pada dinding tabung reaksi.
VII.          Saran
1.      Dalam melakukan eksperimen hendak menggunakan jas laboratorium dan masker dengan benar.
2.      Berhati-hati saat menggunakan pembakar spiritus dan merangkai peralatan serta tidak bermain-main dengan api.
3.      Agar tidak menimbulkan bekas pada dinding tabung, setelah dilakukan pemanasan hendaknya disiram dengan air.
4.      Setelah selesai bereksperimen, bersihkan peralatan laboratorium dengan bersih dan hati-hati.





Lampiran
Alat

Pembakar spiritus
 
Gelas beker
 
Penjepit kayu
 
Corong
 
 1470547124640.jpg   1470547152466.jpg


Slang
 
Kertas saring
 
Gabus
 
1470547121483.jpg1470547106148.jpg

Tabung reaksi
 
Korek api
 
Erlenmeyer
 

                            
Bahan
Nasi
 
Gula
 
1470546569313.jpg

Aquades
 
Kapur
 



Pelarutan Kapur
         
            
Pemanasan Gula
20160804_114756.jpg
20160804_114740.jpg
Pemanasan Nasi
20160804_141616(0).jpg20160804_141934.jpg

Komentar

Postingan Populer